Air kolam yang jernih dan nyaman tidak terjadi “kebetulan”. Kunci utamanya ada pada sistem filtrasi kolam renang: bagaimana air bersirkulasi, disaring, dan dikembalikan lagi ke kolam secara konsisten. Jika filtrasi kurang tepat, masalah seperti air cepat keruh, lumut mudah muncul, dan chemical terasa boros akan lebih sering terjadi.
Di artikel ini, PT Alka Tres Indonesia Pool & Wellness membahas cara memilih sistem filtrasi yang tepat untuk kolam rumah maupun komersial, termasuk hubungan penting antara pompa kolam renang dan filter kolam renang.
Kenapa Sistem Filtrasi Itu Penting?
Filtrasi berfungsi mengangkat partikel-partikel yang membuat air tampak keruh, seperti:
- debu halus,
- pasir,
- serbuk daun,
- residu sunscreen/minyak,
- partikel organik yang jadi pemicu lumut.
Walau chemical (misalnya klorin) membunuh kuman, filter kolam renang yang efektif tetap dibutuhkan agar partikel penyebab keruh benar-benar terangkat dari air.
Komponen Utama Sistem Filtrasi Kolam Renang
Sistem filtrasi umumnya terdiri dari:
- Pompa kolam renang – mengalirkan air melalui sistem
- Filter kolam renang – menyaring partikel kotoran
- Pipa & valve – mengatur jalur aliran (filtrasi, backwash, waste, dll.)
- Skimmer/main drain/inlet return – titik hisap dan pengembalian air
- (Opsional) sistem sanitasi tambahan – salt chlorinator/UV/ozon
Kalau salah satu komponen tidak seimbang, performa keseluruhan ikut turun.
Jenis Filter Kolam Renang yang Umum Digunakan
Berikut tiga jenis filter yang paling banyak dipakai.
1) Sand Filter (Filter Pasir)
Cara kerja: air melewati media pasir khusus yang menahan partikel.
Kelebihan:
- perawatan relatif mudah
- cocok untuk banyak aplikasi rumah & komersial
- pembersihan lewat backwash (praktis)
Pertimbangan:
- kemampuan menyaring partikel sangat halus tergantung kondisi media dan desain
- media perlu perawatan/penggantian berkala sesuai pemakaian
Cocok untuk: rumah, villa, hotel, kolam komersial dengan kebutuhan operasional praktis.
2) Cartridge Filter
Cara kerja: air melewati elemen cartridge yang menangkap partikel halus.
Kelebihan:
- hasil filtrasi bisa sangat baik (air tampak lebih “kinclong”)
- tidak perlu backwash (hemat air) — pembersihan dengan bilas/soak
Pertimbangan:
- perlu disiplin membersihkan cartridge
- untuk beban kotoran tinggi, frekuensi cleaning bisa meningkat
Cocok untuk: kolam rumah yang ingin hemat air dan mengutamakan kejernihan.
3) DE Filter (Diatomaceous Earth)
Cara kerja: menggunakan media DE untuk menangkap partikel sangat halus.
Kelebihan:
- filtrasi sangat halus, air sangat jernih
- cocok untuk standar kejernihan tinggi
Pertimbangan:
- perawatan lebih “advance”
- perlu handling media sesuai prosedur yang benar
Cocok untuk: kebutuhan kejernihan tinggi dan pengelolaan yang siap dengan maintenance lebih detail.
Rumah vs Komersial: Kebutuhan Filtrasi Itu Berbeda
Kolam Rumah (Residential)
Biasanya fokus pada:
- biaya operasional hemat
- suara mesin lebih senyap
- perawatan mudah
- pemakaian tidak terlalu padat
Rekomendasi umum: sistem yang praktis dan stabil—dengan sizing yang tepat agar tidak “overkill” tapi tetap jernih.
Kolam Komersial (Hotel, Apartemen, Klub, Sekolah)
Biasanya butuh:
- kapasitas filtrasi lebih besar (banyak pengguna)
- sirkulasi lebih konsisten dan durasi operasi lebih panjang
- desain ruang mesin yang lebih rapi dan mudah diinspeksi
- target kualitas air yang stabil meski beban pemakaian tinggi
Rekomendasi umum: sistem yang tahan beban, mudah maintenance rutin, dan punya rancangan sirkulasi yang kuat.
Cara Memilih Sistem Filtrasi yang Tepat
1) Mulai dari Volume Kolam dan Target Sirkulasi
Ukuran kolam memengaruhi kebutuhan flow dan kapasitas filter. Sistem yang tepat memastikan air berputar dan tersaring sesuai kebutuhan pemakaian.
2) Pastikan “Match” antara Pompa Kolam Renang dan Filter Kolam Renang
Ini kesalahan paling sering: filter besar tapi pompa kecil, atau pompa besar tapi filter “keteteran”.
- Pompa kolam renang terlalu kuat bisa membuat tekanan tinggi dan mempercepat beban filter.
- Pompa terlalu lemah membuat aliran kecil, sehingga filtrasi kurang maksimal dan sanitasi tidak merata.
Intinya: pompa dan filter harus dipilih sebagai satu paket, bukan masing-masing.
3) Lihat Kondisi Lokasi: Banyak Debu/Daun atau Tidak
Kolam dekat pepohonan atau area berdebu butuh sistem yang lebih siap menghadapi beban kotoran:
- pre-filter/skimmer basket harus rutin dibersihkan
- filter perlu kapasitas dan jadwal maintenance yang sesuai
4) Pertimbangkan Efisiensi Air (Backwash vs Non-Backwash)
Jika Anda ingin hemat air:
- cartridge sering jadi pilihan karena tidak backwash.
Jika akses air mudah dan mengutamakan kemudahan operasional: - sand filter cenderung praktis.
5) Perhatikan Ruang Mesin dan Kemudahan Servis
Sistem bagus tapi ruang mesin sempit dan pipa berantakan akan membuat maintenance sulit. Pilih layout yang:
- mudah akses untuk cleaning/backwash
- valve jelas
- ada drainase baik
- aman untuk kelistrikan
Tanda Sistem Filtrasi Anda Tidak Optimal
Jika Anda mengalami hal ini, sistem filtrasi perlu dievaluasi:
- air cepat keruh padahal chemical terasa “sudah”
- tekanan filter cepat naik
- aliran return melemah
- lumut sering muncul di spot tertentu
- pompa kolam renang terdengar berat/bising
- backwash sering tapi tidak ada perbaikan signifikan
Masalah bisa berasal dari sizing yang tidak tepat, media filter sudah jenuh, atau hambatan aliran di pipa.
Tips Perawatan Agar Filtrasi Awet dan Efektif
- bersihkan basket skimmer dan strainer pompa secara rutin
- lakukan backwash/cleaning sesuai kebutuhan (jangan menunggu air hijau)
- cek kebocoran pada valve dan sambungan pipa
- jaga jam sirkulasi konsisten, terutama saat kolam ramai dipakai
- pastikan chemical seimbang agar filter tidak “menanggung” beban berlebihan
PT Alka Tres Indonesia Pool & Wellness Siap Membantu
PT Alka Tres Indonesia Pool & Wellness membantu Anda memilih dan merancang sistem filtrasi kolam renang yang tepat untuk kebutuhan rumah maupun komersial—mulai dari pemilihan filter kolam renang, penentuan kapasitas, hingga penyesuaian pompa kolam renang dan layout ruang mesin. Tujuannya: air lebih jernih, perawatan lebih mudah, dan biaya operasional lebih efisien.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)
Filter mana yang paling bagus untuk kolam rumah?
Tergantung prioritas: sand filter unggul di kemudahan, cartridge unggul di kejernihan dan hemat air. Yang terpenting adalah sizing dan rutinitas perawatan.
Apakah pompa kolam renang yang lebih besar selalu lebih baik?
Tidak. Pompa yang terlalu besar bisa membuat tekanan tinggi dan boros listrik. Pompa harus disesuaikan dengan filter, pipa, dan kebutuhan flow.
Kenapa air masih keruh padahal filter baru?
Bisa karena aliran tidak sesuai, pH/chemical tidak seimbang, kolam overload pemakaian, atau ada masalah di sirkulasi (dead spot). Audit sistem menyeluruh biasanya membantu menemukan akar masalah.





